Tak perlu banyak berpikir
Ikuti saja iramanya
Ketika hatimu
Lantunkan senandungnya
Thanks for today...
celotehien
- Senin, 14.02.11 -
Selasa, 15 Februari 2011
Sabtu, 12 Februari 2011
Rasa - Bunga
Taukah kamu?
Jika rasa
Seperti bunga
Butuh disiram
Butuh dirawat
Butuh dipupuk
Akh... maaf,
Aku lupa
Blm sempat kuberitahu
sumber gambar klik aku
celotehien
Jumat, 11.02.11; 11 p.m.
Jika rasa
Seperti bunga
Butuh disiram
Butuh dirawat
Butuh dipupuk
Akh... maaf,
Aku lupa
Blm sempat kuberitahu
sumber gambar klik aku
celotehien
Jumat, 11.02.11; 11 p.m.
Kamis, 27 Januari 2011
(hampir) Sempurna
Hari ini, (hampir) sempurna
Sesempurna pagi
Yang Tuhan cipta
Daun-daun
Bermahkota titik embun
Semburat merah
Gagahi sisa pekat malam
Seindah kepak,
Sayap kupu-kupu liar
Hitam... Pekat...
Tak hanya indah,
Tapi juga tegas
Sementara loper koran
Berkejaran dengan fajar
Pedagang berlomba
Mengintai lapak-lapak
Genta periuk pun
Beradu lantang
Dan... Hari ini
Menjadi (hampir) sempurna
Karna kau..!
Kutunggu tiba saatnya
Ketika kutemui hari
Tidak hanya menjadi
(hampir) Sempurna...
celotehien
Rabu, 26.01.11; 11.58 p.m.
Sesempurna pagi
Yang Tuhan cipta
Daun-daun
Bermahkota titik embun
Semburat merah
Gagahi sisa pekat malam
Seindah kepak,
Sayap kupu-kupu liar
Hitam... Pekat...
Tak hanya indah,
Tapi juga tegas
Sementara loper koran
Berkejaran dengan fajar
Pedagang berlomba
Mengintai lapak-lapak
Genta periuk pun
Beradu lantang
Dan... Hari ini
Menjadi (hampir) sempurna
Karna kau..!
Kutunggu tiba saatnya
Ketika kutemui hari
Tidak hanya menjadi
(hampir) Sempurna...
celotehien
Rabu, 26.01.11; 11.58 p.m.
Senin, 24 Januari 2011
Waktu
Saat ini,
Ku berdiri
Di sini,
Titik yg sama denganmu
Memandang yang kau lihat
Menyimak yang kau dengar
Merasa yang kau kata
Kotak waktu yang berbeda
Mencoba mencari
Jejak langkahmu
Aroma tubuhmu
Yang mungkin tertinggal
Namun,
Mataku tak dapat menangkap
Hidungku tak dapat membau
Tapi, ku tau
Kau ada
Kau pernah di sini
Harapku,
Suatu saat
Kamu, aku
Berdiri di titik ini, lagi
Dimensi waktu yang sama
Entah esok, entah lusa
celotehien
Senin, 24.01.11 - 12.05 a.m.
Ku berdiri
Di sini,
Titik yg sama denganmu
Memandang yang kau lihat
Menyimak yang kau dengar
Merasa yang kau kata
Kotak waktu yang berbeda
Mencoba mencari
Jejak langkahmu
Aroma tubuhmu
Yang mungkin tertinggal
Namun,
Mataku tak dapat menangkap
Hidungku tak dapat membau
Tapi, ku tau
Kau ada
Kau pernah di sini
Harapku,
Suatu saat
Kamu, aku
Berdiri di titik ini, lagi
Dimensi waktu yang sama
Entah esok, entah lusa
celotehien
Senin, 24.01.11 - 12.05 a.m.
Rabu, 19 Januari 2011
Dia - Aku
Adakah dia. Penghias harimu? Adakah dia. Warnai ceritamu? Adakah dia. Inspirasi katamu?. Adakah dia. Pelecut semangatmu? Adakah dia. Pengisi hatimu?
Cukupkah aku, dia bagimu?
celotehien
-Selasa,18.01.11; 11.58 p.m.-
Cukupkah aku, dia bagimu?
celotehien
-Selasa,18.01.11; 11.58 p.m.-
Kamis, 30 Desember 2010
Selasa, 30 November 2010
riuh-rendah
dalam pekat asa,kudengar racau.seriuh rendah hela nafas pedagang lapak.menanti pembeli,menuai seri.
celotehien
Selasa,30.11.10 - 1 a.m.
celotehien
Selasa,30.11.10 - 1 a.m.
Senin, 22 November 2010
Tersedak
Kutitip kata
Pada remang malam
'Tuk bisikkan
"Kumenunggu sapa"
Apa?
Mengapa tak kusapa dulu?
"Sedang tersedak gengsi",
Jawabku...
celotehien
Minggu, 21.11.10 - 11.49 p.m.
Pada remang malam
'Tuk bisikkan
"Kumenunggu sapa"
Apa?
Mengapa tak kusapa dulu?
"Sedang tersedak gengsi",
Jawabku...
celotehien
Minggu, 21.11.10 - 11.49 p.m.
Kamis, 04 November 2010
Hari Itu
Waktu temanku menikah,
Tak apa kamu tak datang
Ketika sobatmu
Sampai pada hari itu juga,
Dan kau tak dapat hadir,
Tak apa kamu hanya menitipkan amplop
Nanti,
Ketika tiba saatku
Kau tak boleh
Hanya menitipkan amplop,
Apalagi tak datang !
Karna kuharap
Pada hari istimewaku itu,
Kamulah mempelainya

sumber gambar klik aku
celotehien
Kamis, 04.11.10, 12 p.m.
Tak apa kamu tak datang
Ketika sobatmu
Sampai pada hari itu juga,
Dan kau tak dapat hadir,
Tak apa kamu hanya menitipkan amplop
Nanti,
Ketika tiba saatku
Kau tak boleh
Hanya menitipkan amplop,
Apalagi tak datang !
Karna kuharap
Pada hari istimewaku itu,
Kamulah mempelainya

sumber gambar klik aku
celotehien
Kamis, 04.11.10, 12 p.m.
Senin, 18 Oktober 2010
Lihat !!
Tunggu berkejaran
Mengisi ragu
Bersegerakah kakinya,
Atau
Gontaikah langkahnya,
Sejenak enggan
Kemudian?
celotehien
Minggu, 17.10.10 - 11 p.m.
Mengisi ragu
Bersegerakah kakinya,
Atau
Gontaikah langkahnya,
Sejenak enggan
Kemudian?
celotehien
Minggu, 17.10.10 - 11 p.m.
Sabtu, 09 Oktober 2010
Masih ada waktu
Tak taukah kau
Nantiku memburu
Sadarmu?
Menguntit bayang
Mengejawantah rupa
Sebelum tunggu
Menemu ujung
Dan malam
Menjadi kelana
Segeralah..!!!
celotehien
Sabtu,09.10.10 - 12.40 a.m.
Nantiku memburu
Sadarmu?
Menguntit bayang
Mengejawantah rupa
Sebelum tunggu
Menemu ujung
Dan malam
Menjadi kelana
Segeralah..!!!
celotehien
Sabtu,09.10.10 - 12.40 a.m.
Selasa, 05 Oktober 2010
Senin, 04 Oktober 2010
Edisi korek-korek agenda lama :)
Bandung, 07.08.08
Ketika perbedaan meretas realita
Berjuta kata ternyata dalam asa
Terpenjara, terkungkung tembok norma
Maka hanya kata dalam bisu
Tergores untuk mereda rasa
Yang tak dapat tersuara
________________________________________
Bandung, 04.08.08
Ketika sepi menyapa waktu
Menjelma dalam galau tak terperi
Kuterpekur menekuri detik
Menanti sapa yang entah
Namun... galau tetap tercipta
Sepi tetap meraja
Tanpa s'orang pun yang tahu
Kuterpana di sini
menunggu asa
Yang tak ternyana
________________________________________
Bandung, 2008
Jika rumah adalah hati
Tempat kutitipkan rasa, asa, suka dan laraku
Maka... ijinkanlah aku untuk kembali
________________________________________
Bandung, 24.03.08
Matahari hari ini t'lah semakin menua
Sinarnya pun memudar
Bersiap 'tuk kembali ke peraduannya
Seiring dengan harapan akan kesempatan
Yang s'makin mengendur juga
Bagaikan oksigen yang menipis
Meninggi menuju ke ruang angkasa
Akhirnya... hanya bertemu dengan kekosongan
Hampa di dalamnya
________________________________________
Bandung, 16.12.08
Sesaat bintang meraja
Menyapa malam yang berjelaga
Titik terangnyapun mendamaikan sukma
Namun entah, terkadang kabut menyapu
Menerbitkan rasa, aku pun meragu
Akan waktu dan hari
Yang telah dan akan berlalu
Tuhan cukupkanlah hikmatku
'Tuk bergantung hanya padaMu
________________________________________
celotehien
Senin, 04.10.10
Ketika perbedaan meretas realita
Berjuta kata ternyata dalam asa
Terpenjara, terkungkung tembok norma
Maka hanya kata dalam bisu
Tergores untuk mereda rasa
Yang tak dapat tersuara
________________________________________
Bandung, 04.08.08
Ketika sepi menyapa waktu
Menjelma dalam galau tak terperi
Kuterpekur menekuri detik
Menanti sapa yang entah
Namun... galau tetap tercipta
Sepi tetap meraja
Tanpa s'orang pun yang tahu
Kuterpana di sini
menunggu asa
Yang tak ternyana
________________________________________
Bandung, 2008
Jika rumah adalah hati
Tempat kutitipkan rasa, asa, suka dan laraku
Maka... ijinkanlah aku untuk kembali
________________________________________
Bandung, 24.03.08
Matahari hari ini t'lah semakin menua
Sinarnya pun memudar
Bersiap 'tuk kembali ke peraduannya
Seiring dengan harapan akan kesempatan
Yang s'makin mengendur juga
Bagaikan oksigen yang menipis
Meninggi menuju ke ruang angkasa
Akhirnya... hanya bertemu dengan kekosongan
Hampa di dalamnya
________________________________________
Bandung, 16.12.08
Sesaat bintang meraja
Menyapa malam yang berjelaga
Titik terangnyapun mendamaikan sukma
Namun entah, terkadang kabut menyapu
Menerbitkan rasa, aku pun meragu
Akan waktu dan hari
Yang telah dan akan berlalu
Tuhan cukupkanlah hikmatku
'Tuk bergantung hanya padaMu
________________________________________
celotehien
Senin, 04.10.10
Minggu, 03 Oktober 2010
Akulah Sahabat
Aku bukan cerminmu
Pantulkan elok rupa
Sempurna cantik atau tampanmu
Kecuali ketika sesuatu meretakkanku
Juga bukan lampu sorotmu
buatmu semakin bersinar
Dalam memainkan lakon seharimu
Kecuali ketika sorotku tak lagi tajam
Bukan pula bayangmu
Setia mengikut kemanapun
Langkahmu mengayun
Kecuali ketika gelap mengusikku
Tapi, akulah sahabatmu
Slalu setia di sampingmu
Menemani arungmu
Hadapi hari demi hari
Tak peduli
Matahari bersinar atau tidak
Gelap ataupun terang
Sama saja bagiku
Selama lagu kehidupanmu
Tetap mengalun di sisiku
Dan senandung kita
nyanyikan simfoni yang sama
Kecuali ketika Tuhan memisahkan kita
celotehien
Minggu, 03.10.10
perjalanan solo-semarang
Diperuntukkan spesial : bagi sahabat2ku yang telah berani
mengambil keputusan untuk menapaki babak baru dalam kehidupan...
Chandra-Nisa, Gary-Yenny, Yoyo-Sherly
Congrat'z for all of you... ^,~
Pantulkan elok rupa
Sempurna cantik atau tampanmu
Kecuali ketika sesuatu meretakkanku
Juga bukan lampu sorotmu
buatmu semakin bersinar
Dalam memainkan lakon seharimu
Kecuali ketika sorotku tak lagi tajam
Bukan pula bayangmu
Setia mengikut kemanapun
Langkahmu mengayun
Kecuali ketika gelap mengusikku
Tapi, akulah sahabatmu
Slalu setia di sampingmu
Menemani arungmu
Hadapi hari demi hari
Tak peduli
Matahari bersinar atau tidak
Gelap ataupun terang
Sama saja bagiku
Selama lagu kehidupanmu
Tetap mengalun di sisiku
Dan senandung kita
nyanyikan simfoni yang sama
Kecuali ketika Tuhan memisahkan kita
celotehien
Minggu, 03.10.10
perjalanan solo-semarang
Diperuntukkan spesial : bagi sahabat2ku yang telah berani
mengambil keputusan untuk menapaki babak baru dalam kehidupan...
Chandra-Nisa, Gary-Yenny, Yoyo-Sherly
Congrat'z for all of you... ^,~
Senin, 06 September 2010
Siapa Cepat ??
(;bagiku) Hidup
Bukan perlombaan
Gelar pemenang
Tidak slalu berlabel
Pada yang lebih cepat
celotehien
Minggu, 05.09.10
Bukan perlombaan
Gelar pemenang
Tidak slalu berlabel
Pada yang lebih cepat
celotehien
Minggu, 05.09.10
Minggu, 05 September 2010
Rumah Baru
Senang rasanya punya rumah baru
Dengan berbagai pernik lucu
Selamat datang di rumah baruku
Silahkan melihat-lihat dahulu :p
celotehien
Minggu, 05.09.10
Dengan berbagai pernik lucu
Selamat datang di rumah baruku
Silahkan melihat-lihat dahulu :p
celotehien
Minggu, 05.09.10
Sabtu, 04 September 2010
Memory of Us
Roda waktu terus bergulir
Menggelinding
Seolah tak ‘da yang mampu menahannya
Apalagi menghentikannya (: kecuali Sang Kuasa)
Masa berlalu, musim berganti, waktu terlewati
Yang muda menjadi tua
Pun anak-anak menjadi remaja
’Tuk kemudian menjadi dewasa
Daun berguguran
Digantikan semainya tunas-tunas baru
Dan ketika detik demi detik
Meski perlahan
Tetapi menitik dengan pasti
Perubahan demi perubahan terjadi
Tak ada satu pun hal tersisa,
Tak ada satu pun yang dapat,
Membawa kita kembali kepada masa lalu
Kecuali... KENANGAN

celotehien
Sabtu, 24.01.09
*Edisi mengkais agenda lama*
Menggelinding
Seolah tak ‘da yang mampu menahannya
Apalagi menghentikannya (: kecuali Sang Kuasa)
Masa berlalu, musim berganti, waktu terlewati
Yang muda menjadi tua
Pun anak-anak menjadi remaja
’Tuk kemudian menjadi dewasa
Daun berguguran
Digantikan semainya tunas-tunas baru
Dan ketika detik demi detik
Meski perlahan
Tetapi menitik dengan pasti
Perubahan demi perubahan terjadi
Tak ada satu pun hal tersisa,
Tak ada satu pun yang dapat,
Membawa kita kembali kepada masa lalu
Kecuali... KENANGAN

celotehien
Sabtu, 24.01.09
*Edisi mengkais agenda lama*
Kamis, 02 September 2010
Nol - Nol
Terkadang hati
Bukan kendali rasa
Terkadang logika
Bukan kendali laku
Terkadang mulut
Bukan kendali lidah
Terkadang bibir
Bukan kendali kata
Dan entah sengaja
Entah tidak
Terkadang mereka
Melukai sesamaku
Namun pada kesempatan indah ini
Ijinkan hatiku berucap,
''Mohon maaf lahir batin,
Kita mulai dari nol yah...''
celotehien
Kamis, 02.09.10 (for 10.09.10)
Bukan kendali rasa
Terkadang logika
Bukan kendali laku
Terkadang mulut
Bukan kendali lidah
Terkadang bibir
Bukan kendali kata
Dan entah sengaja
Entah tidak
Terkadang mereka
Melukai sesamaku
Namun pada kesempatan indah ini
Ijinkan hatiku berucap,
''Mohon maaf lahir batin,
Kita mulai dari nol yah...''
celotehien
Kamis, 02.09.10 (for 10.09.10)
* Apa Yang Tersisa Ketika
*
Kemenangan bersitatap usai
Pun euphoria tak lagi meraja
Hidup kembali sama
Berkalang abu, debu, keringat
*
Perih dan kesakitan
Menggapai titik akhirnya
Rintih demi rintih
Bersua nyeri
*
Tetes air mata
Tak sanggup ciptakan ruang
Memenuhi rongga dada
Sesak menikam rasa
*
Titik embun
Tak lagi menjumpa pagi
Bukan karna ia mau
Tapi angin menghalau daunnya
Bahkan ktika hati
Terjajah penat
Yang tersisa hanyalah
Sungkur, simpuh, sembah
Di kaki-Mu, Tuhanku...
celotehien
Kamis, 02.09.10
Req by : Merry Trisnawati
Kemenangan bersitatap usai
Pun euphoria tak lagi meraja
Hidup kembali sama
Berkalang abu, debu, keringat
*
Perih dan kesakitan
Menggapai titik akhirnya
Rintih demi rintih
Bersua nyeri
*
Tetes air mata
Tak sanggup ciptakan ruang
Memenuhi rongga dada
Sesak menikam rasa
*
Titik embun
Tak lagi menjumpa pagi
Bukan karna ia mau
Tapi angin menghalau daunnya
Bahkan ktika hati
Terjajah penat
Yang tersisa hanyalah
Sungkur, simpuh, sembah
Di kaki-Mu, Tuhanku...
celotehien
Kamis, 02.09.10
Req by : Merry Trisnawati
Langganan:
Postingan (Atom)


