Episode kehidupan
Terus menayang
Tak terasa
Waktu terlewat
Berbagai asa
Sempat kudamba
Sgala rasa
Pernah kucecap
Harap, kecewa
Penat, lega
Sedih, bahagia
Tawa, air mata
Namun...
Tak pernah skalipun
Kasih setia Tuhan
Lalu dari padaku
Terima kasih Yesus..!!!
celotehien
-Selasa, 26.04.11-
sumber gambar klik aku
Selasa, 26 April 2011
Sabtu, 23 April 2011
Kemarin,
Angin musim barat
Menyapa kota
Bersama rintik hujan lebatnya
Menyapu debu-debu
Yang tlah mengerak di sudut kota
Kemudian,
Membawa serta dirimu
Melabuhkanmu di kota-kota berikut
Yang kan dilaluinya..
celotehien
-Sabtu, 23.04.11 ; 10.17 a.m.-
Menyapa kota
Bersama rintik hujan lebatnya
Menyapu debu-debu
Yang tlah mengerak di sudut kota
Kemudian,
Membawa serta dirimu
Melabuhkanmu di kota-kota berikut
Yang kan dilaluinya..
celotehien
-Sabtu, 23.04.11 ; 10.17 a.m.-
Senin, 18 April 2011
Pesakitan
Sebagaimana kucoba berpikir
Kedepankan logika
Tetap hati tak termanipulasi..
Sebagaimana kucoba berserah
Luka itu tetap berdarah
Bahkan ketika kusisip doa..
Sebagaimana kucoba tegar
Sesak menempa
Sakit menghimpit rasa..
Sebagaimana kucoba tersenyum
Bibir bukan hati
Kata bukan rasa..
Pesakitan....
sumber gambar klik aku
celotehien
-Senin, 18.04.11; 11.47 a.m.-
Kedepankan logika
Tetap hati tak termanipulasi..
Sebagaimana kucoba berserah
Luka itu tetap berdarah
Bahkan ketika kusisip doa..
Sebagaimana kucoba tegar
Sesak menempa
Sakit menghimpit rasa..
Sebagaimana kucoba tersenyum
Bibir bukan hati
Kata bukan rasa..
Pesakitan....
sumber gambar klik aku
celotehien
-Senin, 18.04.11; 11.47 a.m.-
Rabu, 30 Maret 2011
Waktu II
Saat ini,
Ku berdiri
Di sini,
Titik yg sama denganmu (lagi)
Memandang yang kau lihat
Menyimak yang kau dengar
Merasa yang kau kata
Kotak waktu yang (tak lagi) berbeda
(tidak) Mencoba mencari
Jejak langkahmu
Aroma tubuhmu
Yang mungkin tertinggal
Namun,
Mataku tak dapat menangkap (lagi)
Hidungku tak dapat membau (lagi)
Tapi Karna, ku (tak) tau
Kau ada
Kau pernah di sini
Dan...
Aku tak mengharap apa-apa
# Siapa suruh kau lewatkan momen untuk memanggilku...!!! #
celotehien
Kamis, 17.03.11- 11.24 p.m.
Ku berdiri
Di sini,
Titik yg sama denganmu (lagi)
Memandang yang kau lihat
Menyimak yang kau dengar
Merasa yang kau kata
Kotak waktu yang (tak lagi) berbeda
(tidak) Mencoba mencari
Jejak langkahmu
Aroma tubuhmu
Yang mungkin tertinggal
Namun,
Mataku tak dapat menangkap (lagi)
Hidungku tak dapat membau (lagi)
Kau ada
Kau pernah di sini
Dan...
Aku tak mengharap apa-apa
# Siapa suruh kau lewatkan momen untuk memanggilku...!!! #
celotehien
Kamis, 17.03.11- 11.24 p.m.
Sabtu, 26 Februari 2011
Tuhan Tolong...
Waspada mengintai
Di ujung relung pikir
Risau berhembus
Memasung nurani
Kutakut hari itu tiba
Ketika tak kutemui
Celah tuk terus
Langkahkan kakiku
Namun tak kulihat pula
Jalan untuk kembali
Tuhan, tolong..
celotehien
sabtu, 26.02.11 ; 12.06 a.m.
Di ujung relung pikir
Risau berhembus
Memasung nurani
Kutakut hari itu tiba
Ketika tak kutemui
Celah tuk terus
Langkahkan kakiku
Namun tak kulihat pula
Jalan untuk kembali
Tuhan, tolong..
celotehien
sabtu, 26.02.11 ; 12.06 a.m.
Rabu, 16 Februari 2011
Tak perlu,
kau cipta kesan mewah...
Kencan di resto mahal
Menu lengkap, aneka masakan
Mulai hidangan Western, Chinese
Hingga Japanese
Makan ala manner
Sendok, garpu, pisau, piring
Pelayan siap siaga
Bak pengawal kerajaan
Tapi...
Cukup warung pinggir jalan
Menu lengkap, aneka nasgor
Dengan pelengkap mulai telor, ayam
Hingga pete
Mau makan pakai sendok, garpu
Atau bahkan tangan
Boleh saja
Pun tak 'da yang peduli
Tak perlu hidangan pencuci mulut
semangkuk es krim salju
Juga segelas jus
Aneka rasa, aneka warna
Tapi cukup
Selembar tisu pengelap mulut
Dan segelas es teh tawarku
Yang terasa manis
Ketika...
Aku berkata
Kamu bicara
Dan...
Kita tertawa
celotehien
- Rabu, 16.02.11 -
Kencan di resto mahal
Menu lengkap, aneka masakan
Mulai hidangan Western, Chinese
Hingga Japanese
Makan ala manner
Sendok, garpu, pisau, piring
Pelayan siap siaga
Bak pengawal kerajaan
Tapi...
Cukup warung pinggir jalan
Menu lengkap, aneka nasgor
Dengan pelengkap mulai telor, ayam
Hingga pete
Mau makan pakai sendok, garpu
Atau bahkan tangan
Boleh saja
Pun tak 'da yang peduli
Tak perlu hidangan pencuci mulut
semangkuk es krim salju
Juga segelas jus
Aneka rasa, aneka warna
Tapi cukup
Selembar tisu pengelap mulut
Dan segelas es teh tawarku
Yang terasa manis
Ketika...
Aku berkata
Kamu bicara
Dan...
Kita tertawa
celotehien
- Rabu, 16.02.11 -
Selasa, 15 Februari 2011
Hepi Palentin...
Tak perlu banyak berpikir
Ikuti saja iramanya
Ketika hatimu
Lantunkan senandungnya
Thanks for today...
celotehien
- Senin, 14.02.11 -
Ikuti saja iramanya
Ketika hatimu
Lantunkan senandungnya
Thanks for today...
celotehien
- Senin, 14.02.11 -
Sabtu, 12 Februari 2011
Rasa - Bunga
Taukah kamu?
Jika rasa
Seperti bunga
Butuh disiram
Butuh dirawat
Butuh dipupuk
Akh... maaf,
Aku lupa
Blm sempat kuberitahu
sumber gambar klik aku
celotehien
Jumat, 11.02.11; 11 p.m.
Jika rasa
Seperti bunga
Butuh disiram
Butuh dirawat
Butuh dipupuk
Akh... maaf,
Aku lupa
Blm sempat kuberitahu
sumber gambar klik aku
celotehien
Jumat, 11.02.11; 11 p.m.
Kamis, 27 Januari 2011
(hampir) Sempurna
Hari ini, (hampir) sempurna
Sesempurna pagi
Yang Tuhan cipta
Daun-daun
Bermahkota titik embun
Semburat merah
Gagahi sisa pekat malam
Seindah kepak,
Sayap kupu-kupu liar
Hitam... Pekat...
Tak hanya indah,
Tapi juga tegas
Sementara loper koran
Berkejaran dengan fajar
Pedagang berlomba
Mengintai lapak-lapak
Genta periuk pun
Beradu lantang
Dan... Hari ini
Menjadi (hampir) sempurna
Karna kau..!
Kutunggu tiba saatnya
Ketika kutemui hari
Tidak hanya menjadi
(hampir) Sempurna...
celotehien
Rabu, 26.01.11; 11.58 p.m.
Sesempurna pagi
Yang Tuhan cipta
Daun-daun
Bermahkota titik embun
Semburat merah
Gagahi sisa pekat malam
Seindah kepak,
Sayap kupu-kupu liar
Hitam... Pekat...
Tak hanya indah,
Tapi juga tegas
Sementara loper koran
Berkejaran dengan fajar
Pedagang berlomba
Mengintai lapak-lapak
Genta periuk pun
Beradu lantang
Dan... Hari ini
Menjadi (hampir) sempurna
Karna kau..!
Kutunggu tiba saatnya
Ketika kutemui hari
Tidak hanya menjadi
(hampir) Sempurna...
celotehien
Rabu, 26.01.11; 11.58 p.m.
Senin, 24 Januari 2011
Waktu
Saat ini,
Ku berdiri
Di sini,
Titik yg sama denganmu
Memandang yang kau lihat
Menyimak yang kau dengar
Merasa yang kau kata
Kotak waktu yang berbeda
Mencoba mencari
Jejak langkahmu
Aroma tubuhmu
Yang mungkin tertinggal
Namun,
Mataku tak dapat menangkap
Hidungku tak dapat membau
Tapi, ku tau
Kau ada
Kau pernah di sini
Harapku,
Suatu saat
Kamu, aku
Berdiri di titik ini, lagi
Dimensi waktu yang sama
Entah esok, entah lusa
celotehien
Senin, 24.01.11 - 12.05 a.m.
Ku berdiri
Di sini,
Titik yg sama denganmu
Memandang yang kau lihat
Menyimak yang kau dengar
Merasa yang kau kata
Kotak waktu yang berbeda
Mencoba mencari
Jejak langkahmu
Aroma tubuhmu
Yang mungkin tertinggal
Namun,
Mataku tak dapat menangkap
Hidungku tak dapat membau
Tapi, ku tau
Kau ada
Kau pernah di sini
Harapku,
Suatu saat
Kamu, aku
Berdiri di titik ini, lagi
Dimensi waktu yang sama
Entah esok, entah lusa
celotehien
Senin, 24.01.11 - 12.05 a.m.
Rabu, 19 Januari 2011
Dia - Aku
Adakah dia. Penghias harimu? Adakah dia. Warnai ceritamu? Adakah dia. Inspirasi katamu?. Adakah dia. Pelecut semangatmu? Adakah dia. Pengisi hatimu?
Cukupkah aku, dia bagimu?
celotehien
-Selasa,18.01.11; 11.58 p.m.-
Cukupkah aku, dia bagimu?
celotehien
-Selasa,18.01.11; 11.58 p.m.-
Kamis, 30 Desember 2010
Selasa, 30 November 2010
riuh-rendah
dalam pekat asa,kudengar racau.seriuh rendah hela nafas pedagang lapak.menanti pembeli,menuai seri.
celotehien
Selasa,30.11.10 - 1 a.m.
celotehien
Selasa,30.11.10 - 1 a.m.
Senin, 22 November 2010
Tersedak
Kutitip kata
Pada remang malam
'Tuk bisikkan
"Kumenunggu sapa"
Apa?
Mengapa tak kusapa dulu?
"Sedang tersedak gengsi",
Jawabku...
celotehien
Minggu, 21.11.10 - 11.49 p.m.
Pada remang malam
'Tuk bisikkan
"Kumenunggu sapa"
Apa?
Mengapa tak kusapa dulu?
"Sedang tersedak gengsi",
Jawabku...
celotehien
Minggu, 21.11.10 - 11.49 p.m.
Kamis, 04 November 2010
Hari Itu
Waktu temanku menikah,
Tak apa kamu tak datang
Ketika sobatmu
Sampai pada hari itu juga,
Dan kau tak dapat hadir,
Tak apa kamu hanya menitipkan amplop
Nanti,
Ketika tiba saatku
Kau tak boleh
Hanya menitipkan amplop,
Apalagi tak datang !
Karna kuharap
Pada hari istimewaku itu,
Kamulah mempelainya

sumber gambar klik aku
celotehien
Kamis, 04.11.10, 12 p.m.
Tak apa kamu tak datang
Ketika sobatmu
Sampai pada hari itu juga,
Dan kau tak dapat hadir,
Tak apa kamu hanya menitipkan amplop
Nanti,
Ketika tiba saatku
Kau tak boleh
Hanya menitipkan amplop,
Apalagi tak datang !
Karna kuharap
Pada hari istimewaku itu,
Kamulah mempelainya

sumber gambar klik aku
celotehien
Kamis, 04.11.10, 12 p.m.
Senin, 18 Oktober 2010
Lihat !!
Tunggu berkejaran
Mengisi ragu
Bersegerakah kakinya,
Atau
Gontaikah langkahnya,
Sejenak enggan
Kemudian?
celotehien
Minggu, 17.10.10 - 11 p.m.
Mengisi ragu
Bersegerakah kakinya,
Atau
Gontaikah langkahnya,
Sejenak enggan
Kemudian?
celotehien
Minggu, 17.10.10 - 11 p.m.
Sabtu, 09 Oktober 2010
Masih ada waktu
Tak taukah kau
Nantiku memburu
Sadarmu?
Menguntit bayang
Mengejawantah rupa
Sebelum tunggu
Menemu ujung
Dan malam
Menjadi kelana
Segeralah..!!!
celotehien
Sabtu,09.10.10 - 12.40 a.m.
Nantiku memburu
Sadarmu?
Menguntit bayang
Mengejawantah rupa
Sebelum tunggu
Menemu ujung
Dan malam
Menjadi kelana
Segeralah..!!!
celotehien
Sabtu,09.10.10 - 12.40 a.m.
Selasa, 05 Oktober 2010
Senin, 04 Oktober 2010
Edisi korek-korek agenda lama :)
Bandung, 07.08.08
Ketika perbedaan meretas realita
Berjuta kata ternyata dalam asa
Terpenjara, terkungkung tembok norma
Maka hanya kata dalam bisu
Tergores untuk mereda rasa
Yang tak dapat tersuara
________________________________________
Bandung, 04.08.08
Ketika sepi menyapa waktu
Menjelma dalam galau tak terperi
Kuterpekur menekuri detik
Menanti sapa yang entah
Namun... galau tetap tercipta
Sepi tetap meraja
Tanpa s'orang pun yang tahu
Kuterpana di sini
menunggu asa
Yang tak ternyana
________________________________________
Bandung, 2008
Jika rumah adalah hati
Tempat kutitipkan rasa, asa, suka dan laraku
Maka... ijinkanlah aku untuk kembali
________________________________________
Bandung, 24.03.08
Matahari hari ini t'lah semakin menua
Sinarnya pun memudar
Bersiap 'tuk kembali ke peraduannya
Seiring dengan harapan akan kesempatan
Yang s'makin mengendur juga
Bagaikan oksigen yang menipis
Meninggi menuju ke ruang angkasa
Akhirnya... hanya bertemu dengan kekosongan
Hampa di dalamnya
________________________________________
Bandung, 16.12.08
Sesaat bintang meraja
Menyapa malam yang berjelaga
Titik terangnyapun mendamaikan sukma
Namun entah, terkadang kabut menyapu
Menerbitkan rasa, aku pun meragu
Akan waktu dan hari
Yang telah dan akan berlalu
Tuhan cukupkanlah hikmatku
'Tuk bergantung hanya padaMu
________________________________________
celotehien
Senin, 04.10.10
Ketika perbedaan meretas realita
Berjuta kata ternyata dalam asa
Terpenjara, terkungkung tembok norma
Maka hanya kata dalam bisu
Tergores untuk mereda rasa
Yang tak dapat tersuara
________________________________________
Bandung, 04.08.08
Ketika sepi menyapa waktu
Menjelma dalam galau tak terperi
Kuterpekur menekuri detik
Menanti sapa yang entah
Namun... galau tetap tercipta
Sepi tetap meraja
Tanpa s'orang pun yang tahu
Kuterpana di sini
menunggu asa
Yang tak ternyana
________________________________________
Bandung, 2008
Jika rumah adalah hati
Tempat kutitipkan rasa, asa, suka dan laraku
Maka... ijinkanlah aku untuk kembali
________________________________________
Bandung, 24.03.08
Matahari hari ini t'lah semakin menua
Sinarnya pun memudar
Bersiap 'tuk kembali ke peraduannya
Seiring dengan harapan akan kesempatan
Yang s'makin mengendur juga
Bagaikan oksigen yang menipis
Meninggi menuju ke ruang angkasa
Akhirnya... hanya bertemu dengan kekosongan
Hampa di dalamnya
________________________________________
Bandung, 16.12.08
Sesaat bintang meraja
Menyapa malam yang berjelaga
Titik terangnyapun mendamaikan sukma
Namun entah, terkadang kabut menyapu
Menerbitkan rasa, aku pun meragu
Akan waktu dan hari
Yang telah dan akan berlalu
Tuhan cukupkanlah hikmatku
'Tuk bergantung hanya padaMu
________________________________________
celotehien
Senin, 04.10.10
Minggu, 03 Oktober 2010
Akulah Sahabat
Aku bukan cerminmu
Pantulkan elok rupa
Sempurna cantik atau tampanmu
Kecuali ketika sesuatu meretakkanku
Juga bukan lampu sorotmu
buatmu semakin bersinar
Dalam memainkan lakon seharimu
Kecuali ketika sorotku tak lagi tajam
Bukan pula bayangmu
Setia mengikut kemanapun
Langkahmu mengayun
Kecuali ketika gelap mengusikku
Tapi, akulah sahabatmu
Slalu setia di sampingmu
Menemani arungmu
Hadapi hari demi hari
Tak peduli
Matahari bersinar atau tidak
Gelap ataupun terang
Sama saja bagiku
Selama lagu kehidupanmu
Tetap mengalun di sisiku
Dan senandung kita
nyanyikan simfoni yang sama
Kecuali ketika Tuhan memisahkan kita
celotehien
Minggu, 03.10.10
perjalanan solo-semarang
Diperuntukkan spesial : bagi sahabat2ku yang telah berani
mengambil keputusan untuk menapaki babak baru dalam kehidupan...
Chandra-Nisa, Gary-Yenny, Yoyo-Sherly
Congrat'z for all of you... ^,~
Pantulkan elok rupa
Sempurna cantik atau tampanmu
Kecuali ketika sesuatu meretakkanku
Juga bukan lampu sorotmu
buatmu semakin bersinar
Dalam memainkan lakon seharimu
Kecuali ketika sorotku tak lagi tajam
Bukan pula bayangmu
Setia mengikut kemanapun
Langkahmu mengayun
Kecuali ketika gelap mengusikku
Tapi, akulah sahabatmu
Slalu setia di sampingmu
Menemani arungmu
Hadapi hari demi hari
Tak peduli
Matahari bersinar atau tidak
Gelap ataupun terang
Sama saja bagiku
Selama lagu kehidupanmu
Tetap mengalun di sisiku
Dan senandung kita
nyanyikan simfoni yang sama
Kecuali ketika Tuhan memisahkan kita
celotehien
Minggu, 03.10.10
perjalanan solo-semarang
Diperuntukkan spesial : bagi sahabat2ku yang telah berani
mengambil keputusan untuk menapaki babak baru dalam kehidupan...
Chandra-Nisa, Gary-Yenny, Yoyo-Sherly
Congrat'z for all of you... ^,~
Langganan:
Postingan (Atom)


